Logo
images

Tips Menulis dan Berdamai dengan Plagiat

Tulisan ini dikutip dari Kontenesia dan IDTesis, digabungkan dengan pengalaman menulis artikel jurnal dan karya ilmiah, beberapa penyesuaian dilakukan untuk mempermudah pemahaman artikel.

Pembahasan difokuskan pada perangkat lunak TurnItIn, dengan mengenali bagaimana pengecekan dan cara kerja software ini maka akan memudahkan rekan-rekan dalam meminimalkan angka plagiat pada tulisan yang kita buat.

 

Perkembangan teknologi di beberapa dekade terakhir memberikan sumbangsih yang sangat besar terhadap kemajuan hidup manusia. Kemampuan jelajah internet membuat berbagai informasi menjadi sangat mudah diakses dan penyebarluasan ilmu pengetahuan pun seakan tanpa batas. Namun demikian, teknologi juga memiliki andil yang tidak kalah besar pada terbentuknya budaya instrumental, di mana orang-orang lebih suka melakukan sesuatu dengan cara-cara yang instan di berbagai sendi kehidupan, tak terkecuali dalam hal publikasi ilmiah. Copy – paste adalah salah satu produk budaya instan dalam dunia publikasi. Sebuah bentuk plagiarisme modern yang semakin mewabah khususnya di dunia akademisi. Untuk itu, marilah kita bersama-sama meluangkan sedikit pikiran untuk mengulas tentang cara ampuh menghindari jeratan plagiarisme.

Hal penting yang seharusnya disadari oleh para penulis bahwa setiap karya tulis, khususnya yang berkaitan dengan riset dan pendidikan, haruslah terbebas dari berbagai unsur plagiarisme. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan urusan etika dan moral, namun juga dengan keberlangsungan masa depan ilmu pengetahuan itu sendiri.

Plagiarisme bisa dikatakan sebagai sebuah tindakan menjiplak atau mencontek ide atau hasil pemikiran orang lain. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), plagiarisme didefinisikan sebagai pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) sendiri, misalnya menerbitkan kaya tulis orang lain atas nama sendiri. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa dikategorikan sebagai plagiarisme:

  • Mengambil dan mengakui tulisan atau hasil karya orang lain dan mengakuinya sebagai hasil karya sendiri, termasuk di dalamnya mengunduh karya tulis dari internet.
  • Mengambil atau menggunakan hasil pemikiran orang lain di dalam karya tulis Anda tanpa menyertakan sumbernya.
  • Memanipulasi ide atau karya orang lain sehingga tampak seperti hasil karya Anda sendiri.
  • Membayar jasa orang lain untuk menuliskan sesuatu atas nama Anda.

 

Tindakan plagiarisme dapat dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan niat pelakunya. Ada yang disebut inadventent plagiarism, yaitu penjiplakan secara tidak sengaja yang dilakukan akibat ketidaktahuan penulis terhadap standar penulisan ilmiah yang berlaku. Ada pula deliberate plagiarism, yaitu penjiplakan yang dilakukan dengan kesengajaan untuk dipublikasikan sebagai karya sendiri.

Salah satu cara ampuh menghindari jeratan plagiarisme adalah dengan memperluas pengetahuan tentang teknik-teknik penulisan. Pada beberapa kasus, seseorang mungkin tidak bermaksud untuk menjadi plagiat, namun ketidaktahuan bisa menjebak Anda melakukan inadvendant plagiarism. Untuk itu pelajarilah terlebih dahulu aturan baku penulisan yang secara umum telah distandardisasikan, atau yang secara khusus telah dijadikan rujukan oleh institusi atau lembaga tempat tulisan Anda akan diterbitkan.

Menghindari plagiarisme bisa dilakukan dengan melakukan beberapa teknik, yaitu dengan menggunakan sistem referensi yang disusun secara ilmiah dan teknik parafrase. kedua teknik ini penting diketahui sebagai langkah preventif dalam menghindari plagiarisme. Sedangkan langkah pengujiannya bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi perangkat lunak peretas plagiarisme. Berikut ini adalah uraian mengenai teknik-teknik tersebut yang dirangkum dari berbagai sumber:

Teknik referensi kutipan

Teknik referensi kutipan adalah teknik mengutip langsung dengan membuat salinan yang sama persis dengan sumbernya tanpa adanya penambahan dalam bentuk apapun. Di Indonesia, sistem yang umum dipakai adalah sistem catatan dan sistem langsung.

Sistem catatan

Pada sistem catatan, identitas rujukan, nama penulis, tahun dan halaman tidak ditampilkan langsung, melainkan menggunakan tulisan angka berukuran kecil (superscript) yang diletakan di sudut kanan atas di akhir kalimat kutipan. Angka tersebut akan merujuk pada catatan kaki yang diletakan di bagian bawah halaman.

Sistem langsung

Pada sistem langsung, identitas rujukan, nama penulis, tahun dan halaman ditampilkan langsung di akhir kalimat kutipan. Adapun aturan umumnya sebagai berikut:

  • Kutipan yang panjangnya mencapai 4 baris harus ditulis apa adanya dan diintegrasikan ke dalam teks paparan menggunakan tanda kutip (“…”) dengan jarak baris dua spasi. Sedangkan kutipan yang panjangnya lebih dari 4 baris, jarak baris kutipannya adalah satu spasi.
  • Sertakan sumber referensi di awal atau di akhir kutipan, yakni dengan mencantumkan nama penulis, tahun terbit, dan halaman sumber, misalnya: (penulis, 2014: 100)
  • Kutipan dalam bahasa asing, ditulis menggunakan huruf miring atau italic.
  • Jika ada bagian awal atau tengah kalimat yang dihilangkan, ganti bagian tersebut dengan tanda titik sebanyak tiga kali, sedangkan di bagian akhir tanda titik ditulis empat kali.

Parafrase

Parafrase adalah pengungkapan kembali suatu tulisan dalam bentuk susunan baru tanpa bermaksud mengubah makna aslinya. Parafrase sering juga disebut sebagai kutipan tidak langsung. Langkah-langkah yang bisa dilakukan dalam membuat parafrase adalah dengan membaca informasi secara cermat, mencatat kalimat inti, kemudian mengembangkannya menjadi pokok pikiran yang diuraikan menggunakan bahasa Anda sendiri.

Perangkat lunak peretas plagiarisme

Jika para penulis sudah berusaha menghindari praktik plagiarisme dengan mengikuti pakem-pakem penulisan ilmiah, para penguji juga harus mengambil peran dalam memberantas hal tersebut. Kemajuan teknologi internet, teknologi basis data serta machine learning juga bisa menjadi cara ampuh menghindari jeratan plagiarisme. Para reviewer bisa melakukan pemeriksaan mandiri atau self assasesment dengan menggunakan bantuan perangkat lunak peretas plagiarisme yang bisa diunduh secara gratis maupun berbayar. Adapun beberapa software tersebut diantaranya adalah Copyscape, VIPER, Turn It In, Plagiarismchecker, Articlehecker, Plagiarismdetect, Safeassign. Program-program dalam perangkat lunak tersebut mampu membantu para penguji untuk mengecek dan membandingkan data yang ada di hard disk atau di internet dan mengklasifikasikan mana yang bersifat plagiat dan mana yang tidak. Program ini juga memberikan persentase kemiripan dari sebuah dokumen atau file.

Sekilas Tentang Program Turnitin 

Turnitin memang bisa di andalkan apa lagi bagi sobat sekalian yang status nya sebagai dosen maupun pelajar..salah satu fungsi dari turnitin ini yaitu bisa mengkoreski keaslian dokumen yang kita buat dan dalam program turnitin ini kita bisa mengetahui dari mana sumber artikel yang kita ambil dan akan tercantum pula sumber alamat websitenya.

Jadi kalo sobat sekalian yang sedang menyusun tesis nih contoh nya apabila terlalu banyak mengambil artikel dari internet maka akan terdeteksi oleh program turnitin ini. Jadi intinya tidak baik mengambil artikel yang bukan dihahasilkan oleh diri kita sendiri.

Banyak sekali dari universitas yang menggunakan turnitin karena sangat berguna yaitu untuk mengkoreksi sebuah karya tulis ilmiah dan sebagainya di harapkan universitas yang lainnya bisa mengikuti juga. Anda bisa kunjungi webisitenya Turnitin dan diwajibkan untuk mendaftar terlebih dahulu apabila ingin menggunakan program dari turnitin ini.

Untuk pendaftaran nya pun sebenernya cukup mudah dan ada beberapa kategori dalam pendaftaran turnitin yaitu student, instructor dan teaching assistant tinggal pilih link yang ada di bawah halaman login dan isi form sesuai yang kategori yang di pilih.

Walaupun banyak web ataupun blog yang memproteksi artikel nya dengan cara khusus akan tetapi tidak menutup kemungkinan banyak nya copy paste di luar sana. Media internet sangat lah mudah mencari bahan atau artikel yang apa yang kita cari. Dengan adanya proteksi dmca sehingga meminimalisir terjadinya copy paste dengan mudah seingga si penulis artikel tidak di rugikan.

Mungkin belakangan ini anda pernah dengar di berbagai univeritas atau pergurun tinggi ada plagiarisme atau plagiat yang berhubungan dengan skripsi, tesis dan disertasi nya. Itu sangat di sayangkan ya sob,,padahal kita sudah banyak mengeluarkan biaya kuliah dan waktu yang sangat panjang. Dengan adanya kasus seperti itu perlunya petugas khusus,, dalam hal semacam itu untuk meng koreksi mengawasi ke aslian hasil penelitiannya.

 

Cara Menghadapinya Program Turnitin

Turnitin memiliki algoritma pencarian yang didesain oleh developernya untuk membandingkan tingkat kemiripan suatu karya tulis dengan tulisan-tulisan yang sudah beredar. Disini, turnitin memiliki 3 sumber utama sebagai pembanding tulisan yang akan diujikan, yakni sumber internet(blog, web, dsb), referensi akademik (buku, jurnal, publikasi ilmiah, artikel), dan database lokal yang merupakan database yang dimiliki masing-masing institusi. Pengalaman gw menguji karya ilmiah mahasiswa berkali-kali, aplikasi ini memang bukan sembarangan. Sempat gw berpikir untuk mencari cara mengakali algoritma mesin satu ini, namun ternyata tidak membuahkan hasil. Pernah ada beberapa cara yang ampuh dipakai, namun segera celah-celah itu diperbaiki oleh developernya.
 
Algoritma pencarian yang bekerja pada aplikasi ini luar biasa detail, karena akan membandingkan KATA PERKATA, bukan lagi kalimat ataupun paragraf. Kebayang kan, yang ngga copy-paste aja banyak yang kena deteksi, apalagi yang bener-bener jiplak utuh. Namun demikian, hasil yang diperlihatkan oleh turnitin tidaklah mutlak menjadi acuan untuk menilai plagiasi sebuah karya tulis. Pada saat pengecekan, hasil yang ditampilkan akan merinci berbagai elemen plagiasi yang ditemukan. Disinilah peran operator sangat penting, untuk memisahkan elemen yang bukan termasuk ke dalam plagiasi. 
 
Untuk itu, penting bagi kita sebagai mahasiswa untuk memahami apa yang dikategorikan sebagai plagiasi. Menurut KBBI, plagiasi merupakan pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dan sebagainya) sendiri, misalnya menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri; jiplakan. Poinnya adalah dua, yakni jiplakan dan pengambilan karangan orang lain tanpa mencantumkan sumber. Jiplakan berarti penulis hanya melakukan salin-tempel tulisan dari sumber lain. Sedangkan pengambilan karangan adalah menuliskan teori, pendapat, ataupun kajian konsep orang lain tanpa mencantumkan sumber yang jelas.
 
Bagaimana cara melewati uji turnitin?
Beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk lolos uji turnitin ada 3 nih!
 
1. Jangan COPAS! 
Ini sih jelas banget ya maksudnya disini, kita harus kurangi penggunaan ctrl+c dan ctrl+v, karena ini yang paling berisiko. Algoritma pencocokan aplikasi ini luar biasa akuratnya lho, bahkan cenderung over accurate. Kalo kalian nemuin kalimat atau paragraf yang pengen kalian masukin ke karya tulis, coba diparafrase dengan gaya tulisan kalian sendiri, misalkan kalimat aktif dijadikan kalimat pasif, atau cari sinonim dari tulisan aslinya. Intinya jangan COPAS, pasti ketauan.
 
2. Cantumkan SUMBER! 
Plagiat itu ketika kita make pendapat orang tapi ga dicantumin sumbernya, seolah-olah itu adalah pendapat kita sendiri. Penting untuk kita sebagai akademisi untuk tau tata cara penulisan ilmiah yang baik, termasuk penulisan sumber teori atau informasi yang didapat.
 
3. Hindari pemakaian dokumen legal! 
Dokumen legal yang dimaksud tuh kaya Undang-undang, Peraturan Pemerintah, atau dokumen-dokumen yang tidak dapat diubah redaksi dan maknanya. Dalam banyak kasus, Bab 1 Pendahuluan selalu memiliki persentase kemiripan yang tinggi dikarenakan pencatutan undang-undang sebagai “penambah” halaman. Walaupun kalian bisa cantumkan sumbernya, tapi gw saranin sih jangan, daripada deg-degan sendiri.
 
 

Gunakan Teknik Parafrase

Parafrase adalah istilah linguistik yang berarti pengungkapan kembali suatu konsep dengan cara lain dalam bahasa yang sama, namun tanpa mengubah maknanya.

Parafrase memberikan kemungkinan kepada sang penulis untuk memberi penekanan yang agak berlainan dengan penulis asli. Istilah parafrase berasal dari bahasa Inggris paraphrase, dari bahasa Latin paraphrasis, dari bahasa Yunani para phraseïn yang berarti “cara ekspresi tambahan”.

Parafrase merupakan salah satu cara meminjam gagasan/ide dari sebuah sumber tanpa menjadi plagiat. Menurut Kamus Oxford Advanced Leaner’s Dictionary, parafrase adalah “cara mengekspresikan apa yang telah ditulis dan dikatakan oleh orang lain dengan menggunakan kata-kata yang berbeda agar membuatnya lebih mudah untuk dimengerti.”

Dengan kata lain pengutipan yang dilakukan dalam parafrase merupakan kutipan yang menggunakan kata-kata sendiri untuk mengungkapkan ide yang sama. Selain membuat gagasan tersebut lebih mudah untuk dimengerti, parafrase dapat juga digunakan untuk menjaga koherensi dan keutuhan alur tulisan.

Menurut OWL purdue, parafrase didefinisikan sebagai berikut:

  1. Kemampuan seseorang untuk menulis ulang ide atau gagasan orang lain dengan kata-katanya sendiri dan ditampilkan dalam bentuk yang baru,
  2. Merupakan cara yang legal dan syah dalam meminjam gagasan orang lain,
  3. Sebuah pernyataan ulang (restatement) yang lebih lengkap dan detail dibandingkan dengan sebuah ringkasan.

Parafrase merupakan sebuah keahlian yang sangat berharga karena:

  1. Parafrase lebih baik dibandingkan dengan mengutip informasi dari sebuah paragraf atau tulisan yang kurang menonjol.
  2. Parafrase membantu penulis untuk mengontrol cobaan melakukan kutipan yang terlalu sering.
  3. Proses mental yang dibutuhkan bagi keberhasilan sebuah prafrase membantu penulis untuk memahami sepenuhnya makna teks sumber yang akan ia sadur.

Setiap penulis memiliki dan mengembangkan tekniknya sendiri untuk mengembangkan keahlliannya dalam melakukan parafrase. Teknik tersebut bersifat unik. Bagi penulis pemula, ia perlu belajar mengembangkan keahlian membuat parafrase. Jika belum terbiasa melakukan parafrase, berikut ini adalah 6 langkah efektif dalam melakukan parafrase seperti yang diberikan oleh panduan OWL Purdue:

  1. Bacalah kembali teks sumber sampai kalian memahami benar isi teks tersebut
  2. Singkirkan teks/naskah asli tersebut dan tulislah ulang gagasan dalam teks tadi dalam sebuah kertas.
  3. Buatlah daftar beberapa kata dibawah parafrase kalian tadi untuk mengingatkan kalian kembali pada cara kalian memahami naskah asli tersebut. Di atas kartu catatan tadi, tuliskan kata kunci yang menunjukkan subjek atau tema parafrase kalian.
  4. Bandingkan tulisan parafrase kalian tadi dengan naskah aslinya untuk mengecek apakah semua gagasan, terutama gagasan yang penting telah tercantum dalam hasil parafrase tersebut.
  5. Gunakan tanda petik ganda untuk mengidentifikasi istilah-istilah khusus, terminologi, atau frase yang kalian pinjam dari naskah asli, dan yang kalian ambil sama pesis dengan naskah asli.
  6. Tuliskan sumber (termasuk halaman) pada kertas catatan kalian sehingga ini mempermudah kalian untuk menuliskan sumber pustaka atau referensi, bila kalian bermaksud mengambil parafrase tersebut

Jika masih memiliki kesulitan dalam melakukan parafrase, maka mulailah berlatih dari tingkatan yang termudah terlebih dahulu, yakni membuat parafrase pada taraf kalimat. Jika kalian telah cukup mahir dalam melakukan parafrase kalimat, maka buatlah parafrase untuk sebuah paragraf. Berikut ini adalah contoh parafrase untuk tingkat kalimat terlebih dahulu:

Contoh 1 Teknik Parafrase Untuk Program Turnitin:

kalimat asli : Sebuah kejutan di bidang realita maya (virtual reality) terjadi pada tahun 1961 dengan kemunculan Sensoramanya Heilig.
Parafrase : Hasil karya Heillig yang dikenal dengan nama Sensorama membawa perubahan yang signifikan dalam sejarah realita maya (krisnawati, 2000, hlm 55).

Contoh 2 Teknik Parafrase Untuk Program Turnitin:

kalimat asli : Komputer mampu membawa orang ke tempat-tempat yang belum pernah bisa mereka kunjungi sebelumnya, termasuk ke permukaan planet lain.
Parafrase : Melalui komputer, orang dapat pergi ke tempat yang belum pernah mereka kenal. (Krisnawati, 2000, hlm 57).

Sebagai pemula, parafrase diatas masih diijinkan. Namun jika kalian telah belajar dan memiliki keahlian melakukan parafrase, baik Booth maupun panduan dari OWL universitas Purdue menjelaskan bahwa parafrase yang sangat mirip dengan naskah aslinya masih dianggap sebagai melakukan plagiasi, sekalipun sumber aslinya dicantumkan disana. Ini merupakan hal yang sangat pelik dan memerlukan banyak latihan.

Sebagai contoh simaklah contoh 3 & 4 yang merupakan terjemahan dari contoh yang diberikan oleh Booth dan naskah panduan penulisan OWL Purdue.

Contoh 3 Teknik Parafrase Untuk Program Turnitin:

Naskah Asli:
Sangatlah pelik untuk mendefinisikan plagiasi saat kalian melakukan ringkasan atau parafrase. Keduanya memang berbeda, tetapi batas-batas parafrase dan ringkasan sangatlah tipis sehingga kalian tidak menyadari jika kalian berpindah dari melakukan parafrase menjadi meringkas, kemudian berpindah ke malakukan plagiasi. Apapun tujuanmu, parafrase yang sangat mirip dengan naskah asli dianggap sebagai melakukan plagiasi, meskipun kalian telah menuliskan sumbernya (Booth et al., 2005, hlm 203).

Paragraf dibawah ini dianggap hasil plagiasi karena parafrase yang sangat mirip dengan naskah aslinya:

Sangatlah sulit untuk mendefinisikan plagiasi saat ringkasan dan parafrase terlibat didalamnya, karena meskipun mereka berbeda, batas-batas keduanya sangatlah samar, dan seorang penulis mungkin tidak mengetahui kapan ia melakukan ringkasan, parafrase atau plagiasi. Meski demikian, parafrase yang sangat dekat dengan sumbernya diperhitungkan sebagai hasil plagiasi, meskipun sumber aslinya dicantumkan disana.

Contoh berikutnya menunjukkan parafrase yang berada diperbatasan antara plagiasi dan yang diijinkan:

Sangatlah sulit untuk membedakan antara ringkasan, parafrase dan plagiasi. Kalian berisiko melakukan plagiasi jika kalian melakukan parafrase yang sangat mirip, meskipun kalian tidak bermaksud untuk melakukan plagiasi dan mencantumkan sumber naskah aslinya.

Kata-kata dalam paragraf diatas masih dapat dilacak sumbernya oleh seorang pembaca yang teliti, jika ia pernah membaca sumber tersebut. Berikut ini adlah contoh parafrase yang aman dan tidak dianggap sebagai plagiasi:

Menuruth Booth, Colomb, dan Williams, penulis terkadang melakukan plagiasi tanpa mereka sadari karena mereka menggira melakukan ringkasan, saat mereka melakukan parafrase yang terlalu mirip dengan naskah asli, suatu aktifitas yang disebut plagiasi. Bahkan saat aktifitas tersebut dilakukan dengan tidak sengaja dan sumber pustakanyapun dituliskan.

Contoh 4 Teknik Parafrase Untuk Program Turnitin:

Naskah Asli:

Mahasiswa sering berlebihan dalam menggunakan kutipan langsung saat membuat catatan, sebagai akibatnya mereka menggunakan kutipan yang berlebihan dalam tugas karya ilmiah (paper). Mungkin hanya sekitar 10% dari manuskrip akhir yang diperbolehkan muncul dalam bentuk kutipan langsung. Oleh sebab itu, kalian harus berusaha untuk membatasi jumlah penulisan yanag sama persis dengan materi sumber saat kallian menulis catatan. Lester, James D. Writing Research papers. 2nd ed. (1976): 46-47.

Parafrase yang legal:
Dalam paper ilmiah, mahasiswa sering mengutip berlebihan, dan gagal untuk mengubah materi yang dikutip ke level yang diinginkan. Karena masalahnya bersumber dari penulisan catatan, maka sangatlah penting untuk meminimalkan pencatatan materi atau kata per kata yang sama persis (Lester 46-47).

Parafrase versi plagiat:
Mahasiswa sering menggunakan terlalu banyak kutipan langsung saat mereka menulis catatan. Sebagai akibatnya, ada banyak kutipan langsung dalam paper tugas akhir mereka. Seharusnya hanya sekitar 10% paper berisi kutipan langsung. Dengan demikian, sangatlah penting untuk membatasi jumlah materi yang dikopi saat melakukan catatan.

 

Tips menulis konten akademis:

1. Pahami terlebih dahulu tipe dan kegunaan tulisan, apakah untuk tesis, disertasi, artikel jurnal, blog. Setiap publisher memiliki tatacara dan pakem penulisan berbeda. Misalkan untuk penulisan artikel jurnal, tesis atau disertasi: baca terlebih dahulu buku petunjuk serta tatacara penulisan apakah menggunakan metode APA, MLA, Latex atau Chicago Style. 

2.  Baca dengan seksama contoh dan template yang sudah disediakan oleh publisher atau institusi, buku petunjuk memiliki persepsi yang berbeda jika dibaca oleh orang A, B, C dst. Dengan melihat contoh langsung kesamaan persepsi akan dapat dengan mudah didapatkkan.

3. Khusus untuk penulisan artikel jurnal, tesis dan disertasi, poin No1 wajib hukumnya dimengerti secara baik sebelum memulai ataupun men-drafting sebuah tulisan. Jangan sampai tulisan sudah berpuluh-puluh lembar, saat dicek konten plagiat angkanya sangat tinggi.

4. Untuk meminimalkan angka plagiasi, jika point No3 terjadi maka teknik penulisan pengutipan langsung, kemudian parafrase diatas adalah langkah cerdas untuk menghindari penulisan ulang atau wording kembali. Tulis dengan komplit semua Daftar Pustaka, jangan minder atau berkecil hati apabila daftar rujukan sangat banyak. Justru itu sangat membantu kita dalam meminimalkan angka plagiasi tulisan.

Ingat tulisan yang baik dalam penulisan akademis, jumlah maksimal kutipan langsung adalah 10% dari total konten. Manfaatkan fitur word count dalam perangkat lunak pengedit naskah.

 

Stop plagiat karya orang lain tanpa mengutip atau mencantumkan rujukan dengan jelas. Sebagus apapun karya hasil contekan, sama sekali tidak berarti dalam koridor akademis!

 

Harap memperhatikan buku panduan sitasi dan pengutipan dari masing-masing institusi atau publisher artikel jurrnal.  Jangan sampai terjadi masalah seperti: angka plagiasi rendah akan tetapi konten dan teknik penulisan tidak sesuai dengan panduan, tentunya ini akan menjadi bumerang untuk tulisan kita diterima.

 

Happy Writing!!!!

 

 

 

Sumber: 

1. https://kontenesia.com/cara-menghindari-plagiarisme/

2. https://idtesis.com/tips-agar-lolos-program-turnitin-agar-anti-plagiarisme-lolos-copy-paste-copas/ 



Dipost Oleh Super Administrator

Super Administrator Himapas