Logo
images

Mengenal Lebih Dekat Kegunaan dan Strategi serta Desain Penelitian Studi Kasus

Menurut Yin (2015: 1-4) studi kasus adalah suatu inkuiri empiris yang menyelidiki fenomena di dalam konteks kehidupan nyata, bilamana batas-batas antara fenomena dan konteks tidak tampak secara tegas atau jelas dan menggunakan berbagai sumber atau multisumber bukti.

Studi kasus digunakan dan menjadi strategi penelitian dalam bidang ilmu psikologi, sosiologi, ilmu politik, perencanaan dan juga penelitian di bidang ekonomi. Studi kasus memungkinkan peneliti untuk mempertahankan karakteristik holistik dan bermakna dari peristiwa-peristiwa kehidupan nyata seperti siklus kehidupan seseorang, proses-proses organisasional dan manajerial, perubahan lingkungan sosial, hubungan-hubungan internasional, dan kematangan industri-industri.

 

Studi kasus dapat dibedakan menjadi 3 jenis:


1. Eksploratoris: dengan pertanyaan "apakah", tujuanya adalah untuk mengeksplorasi sebuah fenomena secara lebih dalam dan terperinci.
2. Eksplanatoris: diidentifikasi dengan pertanyaan "bagaimana", memperoleh data wawancara berupa penjelasan yang komprehensif dari informan adalah fokus dari jenis pertanyaan studi kasus ini.
3. Deskriptif: dapat dikembangkan dengan pertanyaan " Seberapa/ how".Bagaimana sebuah fenomena dapat dideskripsikan secara lugas oleh informan penelitian.

 

Komponen desain dalam penelitian studi kasus meliputi:


1. Pertanyaan penelitian
2. Proposisi/ preposisi: kesimpulan sementara atas sebuah fenomena yang dilandasi oleh penelitian terdahulu dan dasar teori sebuah penelitian. Dalam penelitian kuantitatif, preposisi sama dengan hipotesis.
3. Unit analisis, adalah teknik analisis dan intepretasi data hasil penelitian (triangulasi, perpanjangan keikutsertaan atau observasi sebuah kasus, diskusi dengan teman sejawat, analisi kasus negatif, kecukupan teori).
4. Logika yang mengaitkan data/ teori atau penelitian sebelumnya  dengan proposisi. Jadi dalam penulisan sebuah preposisi perlu adanya dukungan data empiris dari teori, penelitian terdahulu atau penelitian yang relevan dengan fenomena atau kasus penelitian. Preposisi disusun tidak boleh berdasarkan asumsi atau hasil pemikiran peneliti tanpa adanya sebuah dasar yang bersifat empiris.
5. Kriteria untuk mengintepretasi temuan data penelitian, dengan menjodohkan pola kalimat dan pemahaman linguistik yang baik akan hasil data interview.

 

Untuk pengujian validitas data penelitian studi kasus digunakan metode multi sumber, sedangkan untuk reliabilitas menggunakan data dasar (teori atau penelitian sebelumnya) dan protokol studi kasus (seperti: panduan pengumpulan data dengan metode wawancara).

 


                  Gambar 1
                      Metode Studi Kasus (Yin: 61).

Untuk memulai penelitian studi kasus bisa dimulai dengan pengembangan teori (kajian teoristik yang digabung dengan penelitian terdahulu dari sebuah kasus hasil pemikiran induktif). Setelah pemilihan kasus maka dapat dilanjutkan dengan menentukan proses dan hasil proses penelitian secara operasional: penggunaan teknik pengumpulan data penelitian. Untuk setiap penelitian kasus individual dan multi kasus lakukan wawancara, pengamatan dan dokumentasi. Penjodohan pola digunakan sebagai laporan dari masing-masing kasus individu. Konklusikan setiap kasus untuk memodifikasi dan pengembangan teori.Selain modifikasi dan pengembangan teori, implikasi penelitian adalah merupakan hasil akhir dari penelitian studi kasus ini.

Penelitian studi kasus dengan metode kualitatif sangat berguna untuk digunakan dalam penelitian lapangan: penelitian perencanaan tata kota, studi program, tesis atau disertasi ilmu sosial. Menurut I Wayan Suwendra (2018: 8), salah satu manfaat penelitian kualitatif adalah penyempurnaan praktek, penelitian studi kasus akan menelusuri perencanaan, proses dan tidak lanjut suatu program sehingga sangat bernilai dalam penyempurnaan suatu praktek. 

 

Sumber: https://idu1.livejournal.com/25872.html



Dipost Oleh Super Administrator

Super Administrator Himapas